BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Muncul hal yang membuat hati miris saat Borneonews, menyambangi lokasi panti asuhan Hajjah Mas Kacil yang terletak di Jalan Tjilik Riwut Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Jumat (10/3/2017). Sebabnya, kalangan anak panti bisa menikmati tidur nyenyak di malam hari. Kasihan, karena tak memiliki kasur, 30-an anak panti asuhan ini tidur beralaskan karpet sajadah untuk salat. Siapa  mau membantu?

"Sudah sekitar empat tahun ini, anak-anak cuma tidur di karpet itu. Dulunya ada, tapi kondisinya sudah rusak semua. Sekarang cuma ada tiga kasur yang masih tetap digunakan untuk tidur. Itupun kondisi kasurnya sudah sangat kusam. Tapi oleh beberapa anak panti, masih mereka manfaatkan," tutur pengasuh Panti Asuhan Hajjah Mas Kacil, Ustaz Alil Alamin, Jumat (10/3/2017).

Selaku pengasuh, Alil kasihan melihat para anak panti yang diasuhnya tidur dengan prasarana seadanya. "Kita dulu pengen ajukan proposal bantuan untuk penunjang operasional panti, tapi itu diurungkan. Karena lebih didasari rasa malu melayangkan proposal permohonan bantuan yang pernah dibuat sebelumnya.".

Meskipun sarana buat tidur itu minim, namun oleh kalangan anak panti dan pengasuh, mereka tak berkecil hati. Saat malam hari menyambut waktu, mereka anak panti tetap bersemangat membentangkan karpet sajadah salat yang akan mereka rebahi.

"Ingin saya bisa tidur di kasur di sini, supaya tidur bisa enakan. Tapi kami sudah terbiasa tidur di karpet itu," kata Akmal (11), penghuni panti asuhan itu. (PARNEN/N).