BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Analis minyak nabati terkemuka Thomas Mielke memperkirakan produksi minyak sawit global akan meningkat sebesar 6 juta ton pada 2017, atau naik tipis dari proyeksi sebelumnya.

Pada Oktober tahun lalu, sepertti dilansir The Star, Mielke memberikan proyeksi bahwa produksi minyak sawit global untuk periode 2016/2017 akan tumbuh 5,5 juta ton.

Menurut estimasi Mielke, produksi minyak sawit Malaysia akan meningkat menjadi 19,85 juta ton tahun ini, dari 17,32 juta ton tahun lalu, sedangkan produksi minyak sawit Indonesia akan naik menjadi 35 juta ton pada 2017, dari 32,10 juta ton tahun lalu.

Ia juga memperkirakan produksi minyak sawit akan terus pulih seiring meredanya dampak El Nino. Namun demikian, menurut dia, volume produksi masih berada di bawah rata-rata, karena tahun lalu rata-rata produksi tahunan turun ke level terendah 19 tahun.

Penambahan stok minyak sawit akan butuh waktu dan kemungkinan belum akan terpenuhi pada 2016/2017 seiring dengan belum menentunya cuaca sehingga masih akan menghambat tingginya produksi tandan buah segar sawit.

Pada kesempatan tersebut, Mielke juga menyebutkan bahwa harga minyak sawit diperkirakan akan naik menjadi RM2.900 hingga RM3.000 per ton pada kuartal IV 2016 atau pada awal 2017. Akan tetapi ia tidak memberikan proyski harga CPO untuk tahun ini. (NEDELYA RAMADHANI/m)