BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PLN Rayon Pangkalan Bun tengah mempersiapkan lokasi untuk penyimpanan 13 mesin pembangkit tenaga diesel untuk memenuhi kebutuhan daya listrik di empat kabupaten. Pasalnya, sudah tiga hari terakhir dua buah Chain Grade Boiler di PLTU EEI Kumai rusak. Akibatnya, PLN mengalami defisit atau kekurangan daya sekitar 7 megawatt (MW).

"Kita sudah ada kontrak dengan PT Kaltimex Energi dari Kahayan Palangka Raya selama satu tahun," ungkap Analis Kinerja PT PLN Rayon Pangkalan Bun, Suprapto saat bersih-bersih di gudang PLTD Pangkalan Bun, Jumat (10/3/2017).

Ia menjelaskan, mesin prmbangkit yang akan didatangkan dari Palangka Raya itu dapat memenuhi kekurangan daya di Kobar, Lamandau, Sukamara, dan Seruyan. "Total daya dari 13 mesin pembangkit tenaga disel itu sebesar 8 MW," kata dia.

Ia memastikan, jika semua mesin pembangkit sudah terpasang di PLTD Pangkalan Bun, kekurangan daya yang menyebabkan pemadaman listrik akan teratasi. "Kontraknya dengan PLN lima MW, 3 MW lagi cadangan. Kalau sudah terpasang semua mudah-mudahan tidak akan ada pemadaman bergilir lagi. Karena kita malah surplus satu MW," jelas Suorapto. (CECEP HERDI/B-2)