BORNEONEWS, Palangka Raya - Tidak akan ada lagi alasan untuk sulit mendapatkan informasi terkait perencanaan hingga hasil pembangunan. Sebab, saat ini rencana program dan kegiatan prioritas daerah sudah cepat diakses karena Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) semakin transparan dalam memberikan data aktual.
Ini karena Kalteng telah melakukan inovasi dalam meningkatkan keterkaitan data dokumen perencanaan melalui sistem online dengan berbagai program antara lain sistem informasi perencanaan pembangunan daerah (SIPPD) untuk memantau prioritas, program, kegiatan, dan anggaran.
"Baik sejak penerimaan daerah dan digunakan untuk belanja daerah apa saja. Pendapatan asli daerah (PAD) pun dapat diakses dengan baik dan cepat. Mengajukan usulan perencanaan pun dengan sistem bottom up akhirnya lebih mudah," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan (Bappedalitbang) Kalteng, Herson B Aden.
Penekanan Herson ini disampaikan saat menggelar Focus Gruop Discussion verifikasi penyusunan dokumen rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) di aula Bappedalitbang, Jumat (10/3/2017). Pertemuan ini dihadiri Semua Kepala Bappeda 14 kabupaten/kota dan beberapa perwakilan akademisi dari universitas, KADIN, dan badan riset daerah. Dua penilai independen dari Pusat juga dihadirkan untuk menilai sejauh mana efektifitas tiga sistem yang ditelorkan Pemprov Kalteng tersebut.
Herson melanjutkan, dalam proses bottom up sejak Musrebang Kecamatan pun kini sudah tahu proyeksi rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) yang akan dilakukan pada tahun sekarang dan tahun depan, termasuk program strategis provinsi di kabupatn/kota.
"Dengan demikian sinergitas bisa terjaga. Sehingga masyarakat tahu usulan mana yang kiranya bisa diterima pada tahun berikutnya karena melihat arah prioritas tadi," tandasnya. (M ROZIQIN/B-8)








