BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Mengejutkan, rumah karaoke berlabel keluarga di bilangan Jalan Pangeran Diponegoro, Pangkalan Bun, yang jaraknya dengan kantor Bupati Kotawaringin Barat hanya selemparan galah itu, ditengarai menjadi tempat ajang pesta miras para muda-mudi. Temuan yang membuat terperangah para aparat penegak perda ini bermula dari tertangkapnya seorang pemuda yang mabuk berat di pos Satpam Bank BPD Kalteng di Pangkalan Bun, berseberangan dengan rumah karaoke keluarga itu.
Karena mabuk dan ngoceh tidak karuan pihak keamanan bank berkoordinasi dengan Satpol PP Kobar, yang segera mengamankan pemuda tersebut. Dari keterangan pelaku, ia baru saja menenggak miras jenis arak putih bersama lima kawannya, tiga di antaranya adalah perempuan dalam room karaoke itu.
"Inisial pelakunya I (23). Ia ditinggal kawannya usai karaoke di Bharata. Mereka karaoke sambil minum tiga kantong arak di room yang dibawa dari luar. Jadi, mereka berpasangan tiga perempuan dan tiga laki-laki," kata anggota Satpol PP dan Damkar Kobar, Muksin, di Pangkalan Bun, Kamis (9/3/2017).
Menurut sumber lainnya, karaoke Karaokeku Bharata selain digunakansebagai ajang pesta miras juga kerap dijadikan tempat janjian pasangan selingkuh dan transaksi esek-esek. Modusnya mereka janjian bertemu dan berkaraoke kemudian dibawa ke luar baik ke hotel atau barakan.
Sony Rivanda, Manager Cabang Karaokeku Bharata tidak menampik, room Bharata kerap dijadikan tempat minum minuman keras, namun ia menampik kalau aktivitas itu atas sepengetahuan pihak managemen. Ia juga tidak menampik kalau room di karaoke dijadikan tempat janjian pasangan selingkuh.
" Pernah beberapa pengunjung digerebek oleh pasangannya saat sedang berkaraoke bersama selingkuhannya, tapi kalau infonya menjadi tempat transaksi prostitusi tegas saya katakan tidak benar," kata Sony diruangannya, Jumat (10/3/2017).
Sony menegaskan, dengan kejadian tersebut pihak menagemen merasa kecolongan. Menurut dia, banyaknya jumlah room yang mencapai 40 buah, hingga pihaknya tidak bisa melakukan pengawasan room by room. Tetapi, dia memastikan, tidak ada unsur pembiaran dari pengelola.
"Tidak ada unsur pembiaran, hal ini lebih pada banyaknya jumlah room yang tak sebanding dengan petugas keamanan," keluh dia.
Untuk itu hal ini menjadi masukan positif agar ke depan imej karaoke keluarga dapat terjaga dengan baik. (KOKO SULISTYO/N).








