BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Perjalanan panti asuhan Hajjah Mas Kacil Kuala Pembuang, tak lepas dari liku kesulitan.
Pengurus panti asuhan Ustadz Alil Alamin, menceritakan, tahun 2016 lalu, pengurus panti kehabisan dana atau uang yang biasa digunakan untuk kebutuhan operasional panti. Sementara, ada keperluan lain yang sifatnya mendesak untuk dipenuhi.
"Kami pernah jual beras bantuan ke orang lain. Uang hasil penjualan selanjutnya dipergunakan untuk pembiayaan kebutuhan panti. Sebagian sisanya disimpan untuk keperluan selanjutnya," kata Alil kepada Borneonews, Jumat (10/3/2017).
Dia melanjutkan, sempat gundah saat akan menjual beras bantuan. Namun, selain biaya yang dibutuhkan mendesak, sedangkan jumlah beras bantuan yang diterima cukup banyak.
"Itu pengalaman kami saat kesulitan," katanya.
Dia berharap, ke depannya nanti, puluhan anak panti yang diasuh di lembaga sosial itu, bisa kembali berkumpul dengan keluarganya. (PARNEN/B-11)








