BORNEONEWS, Nanga Bulik - Stok Bufferstock atau makanan siap saji di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau saat ini kosong.

Pasanya, bufferstock yang sebelumnya selalu tersedia telah habis didistribusikan untuk masyarakat terdampak banjir di beberapa daerah yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir ini.

Terlebih saat ini, banjir yang diakibatkan luapan air sungai di sejumlah daerah di Lamandau masih kerap terjadi. Tak jarang juga sejumlah masyarakat yang terdampak kerap membutuhkan bantuan, termasuk halnya Bufferstock itu.

"Total bufferstock cadangan kita (BPBD) sebelumnya sebanyak 200 paket, dan semuanya sudah kita salurkan. Jadi kondisi ketersediaan bufferstok saat ini saudah habis," ungkap Plt. Kepala BPBD lamandau, Masdiani, kepada Borneonews, Jumat (10/3/2017).

Ia menyebut, Bufferstock cadangan yang sebelumnya ada di BPBD Lamandau telah habis disalurkan ke sejumlah daerah yng diterjang banjir. Seperti halnya masyarakat terdampak banjir di desa Batu Ampar, Lubuk Hiju, Topalan, Pedongatan, Nanga Palikodan, dan daerah-daerah terdampak lainnya.

"Sejak akhir bulan Februari lalu sejumlah daerah di beberapa kecamatan kan sudah terkena banjir, sejak itupula bantuan bufferstock kita salurkan, sehingga saat ini stoknya telah habis," katanya.

Masdiani juga memastikan bahwa pihaknya telah mengusulkannya kepada BPBD pemerintah provinsi, hanya saja hingga saat ini belum ada kepastian.

Dirinyapun berharap agar bantuan bufferstock dari provinsi segera didapat, ini mengingat bahwa kondisi di sejumlah dearah di Lamandau saat ini masih banyak yang rawan dan bahkan masih ada yang terkena dampak banjir, seperti halnya sejumlah dareah di kecamatan Belantikan Raya, Bulik Timur, serta beberapa wilayah di kecamatan Bulik. (HENDI NURFALAH/B-5)