BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Salah seorang penghuni panti asuhan Hajjah Mas Kacil, Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, M Akmal Maulana (11 tahun), sudah membiasakan diri hidup mandiri jauh dari kedua orang tua.

Selama berada di panti itu, murid kelas 5 yang bersekolah di Madrasah Tsanawiyah Darul Mukmin, Kuala Pembuang, itu mengaku senang tinggal di panti asuhan tersebut.

"Sudah dua tahun ini saya berada di panti asuhan. Banyak ilmu dan pengalaman yang saya peroleh dari panti ini. Saya bisa belajar hidup mandiri dan menimba ilmu agama, baik itu salat maupun mengaji," kata bocah asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, ini, Sabtu (11/3/2017).

Di panti asuhan itu, Akmal tidak sendiri, dia ditemani kakak kandung perempuannya, Asthofi, yang sudah duduk di Kelas 1 Madrasah Aliyah Darul Mukmin, Kuala Pembuang.

"Di sini (panti) saya juga ditemani kakak kandung dan teman-teman panti yang lain. Senang saya berada di panti ini," ujar Akmal, yang merupakan penghuni termuda dari 30-an anak di panti asuhan itu.

Berbicara soal orang tua, Akmal mengaku, orang tuanya masih berada di Kabupaten Seruyan. Setelah beberapa tahun lalu meninggalkan Kota Jepara.

"Orang tua cuma kerja sebagai petani. Tinggalnya di sekitar Pelabuhan Segintung. Kalau mereka ada waktu luang, datang menjenguk saya dan kakak di sini," ungkapnya. (PARNEN/B-3)