BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Bagi Saiful Anwar (14 tahun), pisah hidup sementara dari orang tua, sudah jadi keharusan. Penyebabnya, di samping faktor ekonomi keluarga yang serba pas-pasan, dia juga ingin mengenyam pendidikan di sekolah dan memperoleh ilmu agama di panti asuhan tempat dirinya bernaung saat ini.

"Orang tua masih tinggalnya di desa. Di sana tidak ada sekolahan. Terpaksa saya harus jauh dari orang tua," kata pelajar kelas 1 Madrasah Tsanawiyah Darul Mukmin, Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan ini kepada Borneonews, Sabtu (11/3/2017).

Meski menjadi penghuni Panti Asuhan Hajjah Mas Kacil, Kuala Pembuang, anak asal Desa Tanggul Harapan, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, ini mengaku senang tinggal di panti asuhan tersebut. Selain memiliki banyak teman, dia juga dapat menimba dan mempelajari ilmu agama sejak dini.

"Baru delapan bulan saya berada di panti ini," ujarnya.

Selama tinggal di panti, ia dan teman-teman satu pantinya setiap hari disibukan dengan kegiatan positif. Baik kegiatan yang digelar di sekolah ataupun kegiatan rutin di panti seperti pengajian, salat lima waktu bersama, bersih-bersih, dan lainnya.

"Banyak pelajaran dan pengalaman baik yang saya dapat selama tinggal di panti ini. Saya bisa lancar ngaji, hafal ayat al Quran dan bisa mempelajari tentang salat, serta lainnya," ungkap dia. (PARNEN/B-3)