BORNEONEWS, Sampit - Pada tahun anggaran 2017 ini, kepala desa di Kabupaten Kotawaringin Timur diminta mengurangi kegiatan yang hanya menghabiskan anggaran. Seperti kegiatan bimbingan teknis (bimtek) administrasi ke luar daerah yang rutin mereka ikuti.
Ketua DPRD Kotawaringin Timur Jhon Krislie menyebutkan, bimtek bisa saja dilakukan tanpa harus keluar daerah. Bisa saja dilakukan di daerah sendiri.
Seperti dimulai dengan mengadakan lomba bagi petugas administrasi desa tentang cara tata kelola keuangan yang baik, tata kelola pemerintahan yang baik, atau mengenai administrasi. Dari sejumlah cabang lomba itu tentu nantinya akan muncul juara.
"Misalnya dicari lima pemenang, nah pemenang inilah yang nanti memberikan bimtek bagi desa-desa lain. Nanti gampang saja dalam hal pelaksanaannya tinggal diselenggarakan di masing-masing kecamatan. Jadi tidak lagi kita bimtek keluar," ujar Jhon, Sabtu (11/3/2017).
Politisi PDIP itu menyebutkan, dari 152 desa di Kotim, dirinya yakin ada beberapa desa yang memiliki tata kelola pemerintahan dan administrasi yang baik. Mereka itulah nanti yang dijadikan sebagai percontohan.
"Bayangkan saja kalau harus bimtek keluar, 152 desa berapa biaya yang dihabiskan. Kalau cuma dilakukan di sini itu akan lebih menghematkan anggaran," tukasnya.
Perlombaan itu, menurut Jhon, harus digagas mulai saat ini. Meteri yang dilombakan dari semua aspek dalam pengelolaan desa. Agar dana desa dan alokasi dana desa yang nilainya mencapai miliaran rupiah bisa kelihatan manfaatnya, khususnya pada sektor fisik.
"Kalau dulu pembangunan minim, wajar saja. Memang anggaran untuk desa sedikit. Nah sekarang sudah besar, kalau pembangunannya tetap tidak kelihatan tentu akan jadi pertanyaan nantinya," pungkas Jhon. (NACO/B-3)








