BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pejabat Bupati Kotawaringin Barat, Nurul Edy meminta langsung Kepala BPBD Hermon F Lion untuk mencari penyebab banjir yang menenggelamkan 10 desa dan satu kelurahan di Arut Utara (Aruta).

"Pak bupati sudah mengintruksikan langsung ke saya untuk mencari penyebab dan faktor apa saja yang membuat banjir ini bertahan lama," kata Hermon menceritakan apa yang disampaikan Nurul Edy kepada dirinya.

Dia diminta segera melaporkan hasil penelusuran penyebab banjir akibat dari luapan Sungai Arut. ika sudah ketemu penyebabnya, pemerintah akan langsung mengatasi sehingga tahun depan saat curah hujan tinggi, banyu dalam (banjir) tidak akan separah saat ini," katanya.

Anggota DPRD Kobar, Tuslam Amirudi menilai banjir Aruta ini disebabkan oleh perubahan huyan menjadi perkebuna . Sehingga fungsi hutan yang tadinya bisa menyerap dan menahan debit air hujan, kini sudah tak mampu lagi karena sudah beralih fungsi menjadi perkebunan.

"Kita tahu letak geografis Aruta saat ini dikelilingi wilayah perkebunan, hutannya sudah habis," katanya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Fahrizal Fitri belum bisa mengarahkan faktor penyebab bencana banjir ini karena perkebunan.

"Mana buktinya kalau banjir ini karena perkebunan, kita belum bisa membuktikan. Belum ada penelitian lebih lanjut," jawabnya kepada media. (CECEP HERDI/B-6)