BORNEONEWS, Palangka Raya - Satu lagi, warga pinggiran yang perlu mendapat perhatian Pemerintah Kota Palangka Raya. Jika sebelumnya di Jalan Pelatuk, kali ini di Jalan Jati ujung persisnya Jalan Tawang Hapakat, Kota Palangka Raya.

Nenek tua berstatus janda yang pendengarannya sudah terganggu, sering sakit-sakitan bahkan tak kuat berdiri tegak harus mengurusi dua anaknya, Masiyah (54) dan Jailani (51) yang memiliki keterbelakangan mental. Rohani, perempuan kelahiran 1942 itulah orangnya.

Entah bagaimana dia bisa mengurusinya. Sebab ia sendiri kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan untuk mandi, makan dan membuang kotoran juga di tempat tersebut. Demikian halnya dengan dua anaknya itu.

Rohani sebenarnya memiliki empat anak. Dari pertama, Siti Hajar, Masiyah, Jailani dan Jhonni. Untuk Siti Hajar sudah berkeluarga, namun tinggal jauh darinya.

Sedangkan Jhonni juga sudah beristri dan tinggal di samping gubuk yang didiami Rohani. Namun demikian, kondisi mereka juga memprihatinkan.

Masiyah sebenarnya juga pernah berkeluarga. Namun pada akhirnya dia mengalami gangguan jiwa setelah suami dan anaknya meninggal. Masiyah terkadang termenung dan bicara sendiri. Sedangkan Jailani hanya bisa berbaring, mengalami gangguan fisik di bagian hidung, juga tidak nyambung saat diajak berbicara.

Fakta pahit ini lebih dalam lagi karena Rohani juga sudah tidak ingat nama suaminya yang sudah meninggal. Tidak hanya, juga tidak ingat lagi dimana sang suaminya itu dimakamkan.

Jhonni mengatakan, terganggunya fisik Jailani bermula setelah dia mencari cacing pada 2011. Gagang cangkul kemudian mengenai bagian hidung. Sempat dilakukan pemeriksaan ke media tapi cuma sekali saja.

Dia menambahkan, ayahnya bernama Tukacil alias Anang Sahran, meninggal sudah 10 tahun yang lalu. "Harapan saya ibu segera sehat. Juga dibangunkan rumah. Ini tanah sendiri," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-6)