BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappedalitbang) Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan inovasi mulai dari sistem perencanaan,sistem pengendalian, dan sistem monitoring dan evaluasi dalam pembangunan daerah. Salah satunya dengan sistem pengawasan jejak dengan online.
Jika benar akan dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka tidak bakal ada kontraktor bisa ‘tipu-tipu’ dalam pekerjaannya. Pasalnya, pengawasan pengerjaan bisa dipantau secara online oleh semua kalangan, plus monitor secara data spasial secara visual yang bisa dicek setiap saat lokasi dan waktunya. Hal itu karena Pemprov bekerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Setiap titik pembangunan dapat dipantau karena menggunakan sistem informasi geografis (SIG ata GIS)
Demikian disampaikan Kepala Bappedalitbang Kalteng Herson B Aden kepada Borneonews, Minggu (12/3/2017). “Jadi melalui web kita, semua pihak termasuk masyarakat umum dapat melihat atau mengecek sejauh mana pekerjaan berlangsung dan dapat di lihat gambarnya karena disorot menggunakan peta digital secara online. Akan ketahuan sedang dikerjakan atau tidak,” terang dia.
“Misalnya pekerjaan jembatan dikerjakan oleh kontraktor A di daerah X, dengan pagu sekian, , lelang bulan apa dan mulai kerja bulan apa dalam kontrak, uangnya pencairan kapan, lalu hasil pekerjaannya sudah sampai mana sekarang, langsung bisa dicek. Ketahuan nanti kalau misalnya pekerjaan belum jadi apa-apa, uang kontrak yang cair dikemanain sama kontraktor,” ulasnya.
Untuk dikatahui, LAPAN merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian Indonesia yang melaksanakan tugas pemerintahan dan berkegiatan di bidang penelitian dan pengembangan kedirgantaraan dan pemanfaatannya. Bappedalitbang Kalteng bekerjasama dengan lembaga tersebut untuk melakukan inovasi dalam penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) dan pengawasannya. (M ROZIQIN/B-8).








