BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Jajaran TNI AD sudah mulai aktif melakukan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan dengan melakukan sosialisasi di sejumlah lokasi langganan titik api pada tahun 2016 silam.
“Kami langsung menemuai masyarakat dan memasang spanduk himbauan di sekitar lokasi,” terang Komandan Distrik Militer 1014 Pangkalan Bun, Letkol Inf. Wisnu Kurniawan, Minggu (12/3/2017).
Wisnu menjelaskan, saat ini pihaknya telah memaksimalkan peran Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI AD dan Koramil setempat untuk memberikan himbauan pencegahan Karhutla kepada masyarakat.
Meski belum memasuki musim kemarau, ia mengaku selalu mengingatkan kepada masyarakat dan perusahaan perkebunan untuk tidak membuka lahan pertanian dengan cara membakar.
“Pencegahan Karhutla ini merupakan tanggungjawab bersama, semua harus terlibat aktif melakukan pencegahan,” pintanya.
Kegiatan tersebut, menurut Dandim, guna memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan dan hutan dengan membuka lahan baru. Hal ini tentunya berkaitan dengan bencana asap pada saat musim kemarau.
Akibat dari bencana asap tersebut, lanjut dia, aktifitas masyarakat menjadi sangat terganggu dan dipastikan mengakibatkan korban infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).
“Saat ini kami berupaya melakukan sosialisasi bahaya karhutla kepada masyarakat sebagai salah satu langkah pencegahan,” tandasnya. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-10)








