BORNEONEWS, Palangka Raya - Aksi balap liar di Kota Palangka Raya diramaikan oleh anak baru gede (ABG), usia 13 tahun. Ajang kebut-kebutan di Jalanan umum di Kota Cantik itu, juga menjadi tontonan gratis warga. Setiap Sabtu malam mulai pukul 23.00 WIB hingga Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, beberapa ruas jalan Kota dipadati pembalap amatir yang umumnya anak SMP dan SMA. Mirisnya, informasi yang beredar balapan liar itu sebagai sarana judi dan unjuk gigi ke teman sebayanya.

Aparat kepolisian kerap merazia, tetapi para ABG itu seperti tidak jera. Dalam giat operasi Minggu (12/3/2017), kata Kasat Lantas Polres Palangka Raya, AKP Christian MT Siregar, melalui Kanit Turjawali Ipda I Made Adnyana, sebanyak 15 sepeda motor dan satu STNK. Dini hari itu, aparat Polres Palangka Raya, menyisir Jalan Sudirman, Bundaran Kecil, Jalan RTA Milono samping Bank Kalteng, Jalan DI Panjaitan.

"Kita amankan belasan motor. Bahkan rata-rata pembali (pelaku balap liar) yang kita amankan masih bocah berumur, 12 hingga 13 tahun. Pandangan saya, mereka hanya unjuk gigi saja. Namun mereka tetap kita beri sanksi tilang dan penahanan kendaraan selama tiga bulan," kata Made, usai razia.

Made mengungkapkan, ajang balap liar ini sangat mengganggu. Aksi itu juga menjadi fokus pihaknya dalam melaksanakan tugas sebagai anggota Lantas. Sembari mencari solusi penindakan yang pas untuk mereka (pembali), pihaknya akan menggelar razia rutin.

"Aksi balap liar sangat membahayakan baik bagi pembalap liar itu sendiri dan bagi pengguna jalan lain. Sesuai arahan pimpinan kita akan rutin melaksanakan giat, setiap saat terjadi balap liar dan pada waktu yang tidak ditentukan," ungkapnya.

Pantauan Palangka Post, sebanyak 13 anggota Satlantas Polres Palangka Raya menggelar razia dengan mengenakan pakaian preman. Suasana saat itu sempat tegang. Para pembalap liar dan penonton di area Bundaran Kecil, Palangka Raya, langsung lari tunggang-langgang meninggalkan lokasi. Satu persatu pembalap diamankan dan dibawa ke Pos Bundaran Besar. Sekitar pukul 03.00 WIB, razia diakhiri. (Bella Rhomadani/PPOST/N).