BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kondisi jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama (Kolam) kian mengkhawatirkan. Bahkan, sudah hampir sebulan tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat atau lebih. Kondisi jalan yang berlumpur dan terendam banjir membuat akses darat terputus. Hal itu menyulitkan pihak Puskesmas untuk merujuk pasien ke rumah sakit di Pangkalan Bun.
"Terpaksa harus mutar lewat Lamandau, sebelum banjir. Kami memaksakan merujuk pasien lewat jalan itu sulit sekali. Yang sehat saja bisa merasakan bagaimana perjuangan melewati jalan itu, apalagi yang sakit," kata Jamri, perawat yang bertugas di Puskesmas Kolam saat menyampaikan keluhan tersebut ke Komisi A DPRD Kobar, Senin (13/3/2017).
Ia meminta wakil rakyat untuk membantu mendorong percepatan pembangunan jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama. Sehingga masyarakat tidak kesulitan ketika melalui ruas jalan itu. "Ini curhat saja, bagaiamana anggota dewan memikirkannya," ujarnya.
Lantaran tidak bisa dilewati, warga Kolam terpaksa memanfaatkan jalur sungai ketika ingin pergi ke Pangkalan Bun dan sekitarnya. Jika memaksakan lewat darat pun harus melalui jalur Lamandau yang jarak tempuhnya sepuluh kali lipat. "Bagi petugas medis kami memprioritaskan bagaimana caranya pasien bisa dirujuk dan mendapat penanganan di rumah sakit secara cepat," kata dia.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kobar, Agus Yuwono mengatakan, anggaran untuk peningkatan jalan Kolam sudah disiapkan. Bahkan untuk anggarannya, provinsi Kalteng ikut menggelontorkan dana. "Dari provinsi saja tahun ini kita dapat kucuran kurang lebih Rp11 miliar, belum dari APBD Kobar," katanya.
Namun yang menjadi kendala saat ini cuaca tidak mendukung. Hujan yang terus mengguyur wilayah Kolam menyulitkan rekanan untuk mulai mengerjakan peningkatan jalan. "Kita sudah kontrak kerja dengan kontraktor, tapi mereka sudah mulai mengerjakan meskipun kondisi cuaca kurang mendukung," katanya. (CECEP HERDI/B-2)








