BORNEONEWS, Buntok - Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN) Satu Atap (Satap), didesa Madara Kecamatan Dusun Selatan, Barito Selatan (Barsel), kekurangan guru.

Kepala Desa Madara Elson Saragih mengatakan, hanya empat orang guru yang mengajar pada SMPN Satap, itupun berasal dari guru SD dan satu orang dari tamatan SLTA. “Dengan kondisi seperti ini, proses belajar mengajar siswa menjadi kurang maksimal,” kata Elson Saragih kepada Borneonews, Senin (13/3/2017).

Ia melanjutkan warga berharap, anak-anaknya setelah tamat Sekolah dasar nantinya tidak perlu lagi melanjutkan pendidikannya ke luar daerah yang jauh dari pengawasan orang tua. "Untuk itu kami berharap agar guru SMPN satu atap ini bisa ditambah, sehingga proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik," kata dia.

Ia menambahkan, selain itu, kurangnya ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar, tidak tersedianya gedung perpustakaan serta buku-buku baik pada SDN maupun SMPN satap. “Serta yang paling parah tidak tersedianya gedung PAUD/TK. Sementara dana yang bersumber dari APBDes sangat terbatas,” ucapnya.

Ia meminta kepada pemerintah melalui instansi terkait agar melakukan penambahan guru serta menambah ruang kelas dan membanguna gedung PAUD dan TK.

Sejauh ini, menurutnya, mutu pendidikan yang diberikan belum maksimal. Buktinya masih ada siswa yang tidak lulus UAN sebelumnya. Saat ini, tingkat pendidikan masyarakat Desa Madara masih rendah karena kepedulian warga terhadap pendidikan terhalang persoalan ekonomi. (URIUTU DJAPER/B-8).