BORNEONEWS, Pulang Pisau - Karena kekurangan perangkat untuk melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), SMA Negeri 1 Kahayan Hilir, terpaksa meminjam komputer ke sekolah lain. Di Pulang Pisau, UNBK tingkat SMA dan sederajat juga diikuti SMA 1 Pandih Batu dan SMK Negeri Kahayan Hilir. Untuk MAN, antara lain Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pulang Pisau.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kahayan Hilir, Suparno mengatakan, sekolahnya hanya memiliki 20 unit komputer yang dapat digunakan untuk UNBK, sedangkan kebutuhan komputer untuk pelaksanaan tersebut sebanyak 50 unit. Upaya pihak sekolah agar pelaksanaan UNBK tetap jalan, kata Suparno, pihaknya meminjam komputer ke sekolah lain yang tidak melaksanakan UNBK, dan sisanya laptop milik para guru di SMA Negeri 1 Kahayan Hilir.

"Ya, satu komputer dapat digunakan untuk tiga orang peserta didik. Ada sebanyak 147 orang peserta yang mengikuti UNBK tersebut, sehingga satu komputer sudah cukup untuk 3 siswa yang mengikuti UNBK ini," kata Suparno, Senin (13/3/2017).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pulang Pisau Aminah mengatakan ada sebanyak tiga sekolah yang ditetapkan pemerintah pusat untuk melaksanaan UNBK. Sekeloh tersebut yakni SMA 1 Kahayan Hilir, SMA 1 Pandih Batu dan SMK Negeri Kahayan Hilir. Dia mengakui kekurangan alat yang dihadapi sekolah, namun hal tersebut katanya sudah dapat teratasi dengan meminjam fasilitas di sekolah lain yang tidak melaksanakan UNBK.

Di Kota Palangka Raya, ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, banyak sekolah malah tidak bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dengan alasan tidak tersedianya komputer untuk semua anak. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan kepada Borneonews, Senin (20/2/2017), mengatakan, hal itu kendala logis. Pasalnya, untuk memenuhi ketersediaan komputer pada setiap sekolah memerlukan dana cukup besar untuk standar sistem UNBK.

Problemnya lagi, sistem UNBK, kata Sahdin Hasan, tidak memperkenankan ujian dilakukan secara bergantian dengan membagi peserta didik memanfaatkan keterbatasan sarana komputer yang ada. "Ini karena dikhawatirkan dalam pelaksanaan ujian tidak serentaknya sehingga dapat mengakibatkan kebocoran soal serta kunci jawaban." (JAMES DONNY/N).