BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Memasuki minggu pertama Maret 2017, Bupati Seruyan Sudarsono tampak sangat disibukkan terhadap permasalahan yang dialami warganya. Mulai dari masalah banjir hingga teriakan petani ladang yang tak bisa membuka ladangnya karena larangan pembakaran.

"Hampir satu minggu lebih, saya tak berkantor di Kuala Pembuang. Karena banyak persoalan masyarakat yang harus saya tangani langsung di lapangan," kata Sudarsono di Kuala Pembuang, Selasa (14/3/2017).

Selama waktu sepekan terakhir itu, lanjut dia, dirinya lebih banyak berkantor di Kecamatan Hanau guna menanggulangi permasalahan banjir.

Selebihnya, menyambangi warga petani ladang di dua kecamatan yakni Kecamatan Seruyan Hulu dan Suling Tambun.

"Kenapa saya memilih berkantor di Hanau?, Selain menangani banjir dan lainnya, juga mengingat adanya saran sekaligus instruksi Pak Gubernur, meminta semua bupati di Kalteng agar tidak selalu banyak berkantor di ibukota kabupaten," ujarnya.

Menurut dia, dengan tidak banyak berkantor di ibukota kabupaten, maka tiap permasalahan yang terjadi di wilayah atau kecamatan lain di Seruyan, dapat lebih cepat diketahui secara langsung. Sehingga pemerintah daerah juga diharapkan bisa ikutan cepat melakukan upaya penyelesaian atau penanganan bersama. (PARNEN/B-5)