BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Bupati Seruyan Sudarsno mengakui, tingkat efektivitas dan efisien penggunaan anggaran daerah oleh aparatur pemerintah Pemkab Seruyan hingga saat ini dinilai masih tergolong rendah, jika dikaitkan dengan capaian kinerja.

Hal itu disebabkan pembangunan budaya kinerja birokrasi dan penyelenggaraan pemerintahan yang masih belum sepenuhnya berorientasi kepada outcome.

“Kondisi itu tentu saja sangat memerlukan perbaikan. Berkaca pada kondisi ini pula, maka asistensi penyusunan laporan kinerja merupakan salah satu program strategis yang sangat penting untuk dilakukan dan diikuti sepenuhnya oleh semua jajaran Pemkab Seruyan,” kata Bupati Seruyan Sudarsono, saat berlangsungnya kegiatan asistensi Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) tahun 2017, di gedung Serba Guna Kuala Pembuang, Selasa (14/3/2017).

Untuk itu, bupati menegaskan, perlu dukungan dan komitmen semua pihak untuk peningkatan terkait penggunaan anggaran tersebut. Selain itu, dia juga meminta, jajarannya dapat lebih mengarahkan segenap sumber daya dan pendanaan kearah perencanaan kinerja yang bisa berorientasi kepada hasil yang dengan fokus perbaikan.

“Lakukan reviuw atas dokumen perencanaan dalam berbagai tingkatan dengan fokus utama kepada keselarasan dan ketetapan tujuan dan sasaran dari masing-masing organisasi perangkat daerah,” pintanya.

Selain itu, jajarannya juga diminta memastikan bahwa penetapan kinerja sebagai instrumen manajemen untuk monitoring dan evaluasi, serta sebagai alat untuk menilai kinerja individu.

“Saya minta melalui asistensi hari ini, semua unit kerja dapat meningkatkan kualitas pelaporan kinerjanya masing-masing. Terutama, dengan mempertanggungjawabkan anggaran yang terserap dengan outcome yang sudah dicapai. Apakah sudah memenuhi syarat analisis belanja yang efisien atau malah sebaliknya terjadi pemborosan,” pinta Sudarsono. (PARNEN/B-5)