BORNEONEWS, Sukamara – Rendahnya tingkat kesembuhan penderita Tuberkulosis (Tb) bagi pasien yang ada di Kalimantan Tengah dinilai perlu adanya gerakan yang lebih ekstra dalam melakukan tindakan pencegahan penularan agar jumlah penderita tidak terus meningkat.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Sampit, Muh Haskar Hasan mengatakan, dari 100 persen pengobatan yang dilakukan hanya 40 persen pasien yang dinyatakan sembuh, sedangkan sisanya masih menderita Tb.

“Tingkat kesembuhan yang rendah ini maka dikhawatirkan akan meningkatkan jumlah penderita TB yang baru,” kata Muh Haskar Hasan saat menggelar sosialiasi Tb di Sukamara, Selasa (14/3/2017).

Menurut Haskar, rendahnya angka kesembuhan bagi pasien penderita Tb disebabkan beberapa faktor yang sangat menetukan, seperti tidak mematuhi proses pengobabatan dengan membiarkan diri untuk tidak mememinum obat, serta kurangnya pengetahuan pasien bahwa penyakit tersebut sangat mudah menular ke orang di sekitarnya.

“Penyakit ini selain sulit disembuhkan namun penularan sangat cepat, sehingga sebelum pasien itu sembuh orang di sekitarnya sudah ada yang tertular,” katanya.

Sehingga,  dalam kesempatan itu, dirinya berpesan agar warga yang sudah mengidap Tb untuk lebih waspada dan berhati-hati serta menjaga kebersihan sehingga tidak mudah menularkan penyakit kepada kerabat lain.

“Yang perlu dijaga itu adalah kebersihan, karena dari air ludah dan bersin-bersin sembarangan akan membuat penyeban bakteri meluas,” kata dia. (NORHASANAH/B-5)