BORNEONEWS, Buntok - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng mendorong setiap kabupaten miliki lembaga konservasi.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Kalteng Nizar Ardhanianto, Selasa (14/3/2017), mengatakan bila semua kabupaten memiliki lembaga konservasi, nantinya pusat penyelamatan satwa akan ada di setiap daerah.

"Lembaga konservasi ini sangat membantu tugas BKSDA untuk penyelamatan tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi," kata Nizar kepada Borneonews.

Menurutnya, ketika ada masyarakat ingin menyerahkan satwa dilindungi, bisa ditangani oleh pemerintah daerah tanpa harus menunggu BKSDA. Jadi tidak semuanya harus ditangani BKSDA.

Bila semua masyarakat menyerahkan satwa dilindungi ke BKSDA, tentu pihak balai akan kewalahan. Namun, bila semua kabupaten memiliki pusat penyelamatan satwa sebagai lembaga konservasi, itu akan sangat membantu tugas BKSDA. "Terutama untuk penanganan satwa yang sudah lama dipelihara oleh warga," ucap Nizar.

Untuk Kabupaten Barito Selatan, lanjutnya, BKSDA sudah mengirim surat ke bupati beberapa waktu lalu. Namun, Pemkab Barito Selatan menyatakan untuk tahun ini masih belum siap. Hal itu disebabkan tidak adanya anggaran untuk pemeliharaan satwa. Ini dampak dari Dinas Kehutanan kabupaten yang melebur menjadi satu di provinsi. (URIUTU DJAPER/B-3)