BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas II A Palangka Raya Tunggul Buwono menyebutkan, kegiatan kerohanian akan terus digalakan untuk mempertebal iman dan takwa para narapidana maupun tahanan. Termasuk menggiatkan keterampilan dengan memanfaatkan ruang yang terbatas.
“Kita lakukan kegiatan kerohanian. Yang Islam di masjid, kalau yang Kristen di gereja. Kemudian ada kegiatan keterampilan supaya mereka memiliki aktivitas,” kata Tunggul, Selasa (14/3/2017).
Selain itu, pihak Rutan juga memperketat pengamanan. Hal itu dilakukan untuk menghindari adanya hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk masuknya barang haram yang ditujukan kepada narapidana kasus narkoba.
“Karena saya pernah bertanya. Kamu pengguna aktif atau bukan? Dijawab iya dan akan terus berupaya bagaimana caranya agar mendapatkan sabu. Kita petugas pun juga lebih berupaya menekan masuknya barang (narkoba) itu,” ungkap Tunggul.
Menurut dia, kegiatan kerohanian dan kerajinan merupakan juga salah satu upaya pihak Rutan agar narapidana maupun tahanan kasus narkoba tidak selalu berpikir akan ketergantungan. Di sisi lain, petugas mengajak tahanan atau narapidana yang terlihat gelisah.
“Karena kalau awal masuk, mereka terlihat gelisah. Kadang nanti juga ngeluh sakit kepala, demam, dan lain sebagainya. Kita kemudian membawa untuk berobat di klinik Rutan. Lalu diberikan obat sesuai resep dokter,” sebut Tunggul. (BUDI YULIANTO/B-3)








