BORNEONEWS, Sukamara - Sebagian besar, atau 70-an persen, desa di Kecamatan Balai Riam, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, sudah teraliri listrik. Dari 8 desa yang ada di wilayah itu, 5 di antaranya sudah menikmati aliran listrik PLN. Semua itu, diyakini tidak terlepas upaya dari Pemerintah Kabupaten Sukamara dan pihak terkait lainnya.

"Alhamdulillah 70% wilayah kita sudah bisa menikmati listrik 1x24 jam," kata Camat Balai Riam, Syarif Hidayat, Rabu (15/3/2017).

Menurut mantan Camat Pantai Linci tersebut, aliran listrik yang sudah dirasakan oleh Desa Balai Riam I, Lupu Peruca, Bangun Jaya, Bukit Sungkai dan Sekuningan Baru. "Untuk tiga desa lainnya yang belum teraliri listrik seperti Desa Pampaning, Jihing dan Air Dua masih dalam proses pengajuan atau pembuatan proposal."

Syarif berharap agar ditahun 2017 ini seluruh desa di wilayahnya sudah dapat menikmati listrik 1x24 jam, agar kesulitan warga desa yang belum teraliri bisa segera diatasi.

"Kita hanya bisa berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukamara dan pihak lainnya yang terkait dalam pembukaan jaringan baru." tuturnya.

Sebelumnya, mantan Manajer PT PLN Rayon Sukamara, Drie Alsi Laksana berharap tahun ini desa-desa di pedalaman Sukamara, dapat menikmati aliran listrik PLN. Ia mendata, sejumlah desa sudah dalam proses pembuatan proposal pembukaan jaringan listrik.


"Tahun ini sudah ada beberapa desa yang membuat proposal mengajukan pembukaan jaringan listrik ke wilayah mereka," kata Drie Alsi Laksana. Selasa (14/3/2017).


Menurut Drie, lancarnya pengajuan proposal tidak lepas dari kerja sama Pemerintah Kabupaten Sukamara yang mengharapkan agar wilayah pedalaman dapat segera teraliri listrik, sehingga pembangunan merata dirasakan oleh seluruh masyarakat. "Dalam pengajuan proposal itu pula disertai dengan tanda tangan di atas materai oleh masyarakat yang mengizinkan tanaman kebunnya ditebang jika mendekati lokasi perencanaan pembukaan jaringan."


Drie yang saat ini menjabat sebagai Manajer PLN Rayon Pangkalan Bun tersebut menjelaskan adanya surat tertulis tersebut membuat pengajuan proposal ke pihak pusat langsung disetujui oleh Kantor Wilayah yang ada di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. "Kita merasa sangat terbantu adanya proposal ini, dan saya sangat senang atas kerja sama yang sangat baik ini dan kita berharap pembukaan jaringan bisa dilakukan secepatnya." (NORHASANAH/N).