BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Fenomena cuaca El Nino berkekuatan rendah yang diperkirakan akan melanda kawasan Asia tahun ini, hanya akan memberikan dampak ringan terhadap produksi pertanian dan perkebunan.
Adapun tanaman yang akan terdampak El Nino meliputi gandum, kelapa sawit, padi dan biji-bijian, kata seorang pakar meteorologi asal AS.
"Prakiraannya adalah akan terjadi El Nino lemah, yang berarti akan terjadi curah hujan sedikit di bawah normal di Australia, Asia Tenggara dan India," kata Kyle Tapley, meteorolog pertanian dari MDA Weather Services. "Pola cuaca ini akan berdampak kecil terhadap produksi."
Australia diperkirakan akan dilanda curah hujan normal pada periode dari April hingga Mei, diikuti cuaca sedikit lebih kering antara Juni dan Agustus, ujar Tapley kepada Reuters di sela acara konferensi industri di Singapura, Selasa (14/3/2017).
Australia akan mulai memasuki musim tanam tahun depan dengan kondisi cuaca yang hampir sempurna dan petani diperkirakan menanam lebih banyak kanola. Sedangkan di Indonesia dan Malaysia, musim hujan diperkirakan akan sedikit di bawah normal mulai April hingga Agustus, tutur Tapley.
Kondisi ini dapat mempengaruhi hasil tanaman kelapa sawit, meski dampaknya kecil, di tengah kondisi lahan sawit yang baru pulih dari dampak El Nino sejak akhir 2015 silam dan awal 2016.
Biasanya butuh waktu delapan bulan bagi tanaman sawit untuk kembali normal berproduksi setelah terdampak fenomena cuaca tersebut.
Tapley juga mengatakan bahwa di India, curah hujan ringan juga bakal terjadi di saat petani memulai musim tanam padi, kedelai dan tanaman pangan lain pada pertengahan tahun. (NEDELYA/RAMADHANI/m)








