BORNEONEWS, Palangka Raya - Buku dengan judul Tumbang Taberau Mengukir Harapan resmi diluncurkan. Ditandai dengan penyerahan buku oleh Community Enterprise Development Coordinator WWF-Indonesia Program Kalimantan Barat, Dedi Wahyudi, kepada Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng yang diwakili Sapta, di Aula Dishut Kalteng, Rabu (15/3/2017).
"Dinas akan mendorong untuk melaksanakan program sesuai apa yang telah dilakukan WWF. Ini merupakan bukti nyata terkait pemberdayaan masyarakat," kata Sapta.
Communication Coordinator WWF-Indonesia Programm Kalimantan Tengah, Jelfi, mengatakan dipilihnya Desa Tumbang Taberau yang berada di Kabupaten Seruyan, sebagai objek dalam penulisan, karena ada beberapa faktor.
Khususnya, terkait masih besarnya ketergantungan masyarakat terhadap PT Sari Bumi Kusuma (SBK). "Pertama karena desa di situ baru. Tetapi sesungguhnya sudah lama. Terpenting lagi tingkat ketergantungan dengan PT sangat tinggi," kata Jelfi.
Ia menambahkan, terbitnya buku tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemangku kepentingan. "Kami sebenarnya ingin semua desa diangkat. Akan tetapi kami juga memiliki keterbatasan. Harapannya ada pemangku kepentingan maupun pengusaha lainnya ikut mendukung." (BUDI YULIANTO/B-3)
"Dinas akan mendorong untuk melaksanakan program sesuai apa yang telah dilakukan WWF. Ini merupakan bukti nyata terkait pemberdayaan masyarakat," kata Sapta.
Communication Coordinator WWF-Indonesia Programm Kalimantan Tengah, Jelfi, mengatakan dipilihnya Desa Tumbang Taberau yang berada di Kabupaten Seruyan, sebagai objek dalam penulisan, karena ada beberapa faktor.
Khususnya, terkait masih besarnya ketergantungan masyarakat terhadap PT Sari Bumi Kusuma (SBK). "Pertama karena desa di situ baru. Tetapi sesungguhnya sudah lama. Terpenting lagi tingkat ketergantungan dengan PT sangat tinggi," kata Jelfi.
Ia menambahkan, terbitnya buku tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemangku kepentingan. "Kami sebenarnya ingin semua desa diangkat. Akan tetapi kami juga memiliki keterbatasan. Harapannya ada pemangku kepentingan maupun pengusaha lainnya ikut mendukung." (BUDI YULIANTO/B-3)








