BORNEONEWS, Palangka Raya – Ini peringatan bagi kepala daerah yang menyia-nyiakan para lanjut usia (Lansia) miskin yang dibiarkan hidup terlantar tanpa bantuan sosial dari pemerintah. Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto sangat tersinggung bila ada bupati yang terlena dengan jabatannya, tapi melewatkan kewajibannya terhadap masyarakat miskin.
Berulang kali gubernur muda yang dikenal dengan jiwa sosialnya yang tinggi ini, terlihat emosional ketika berpidato di hadapan pejabat terutama bupati. Hal yang sama dilakukan gubernur di hadapan empat bupati di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito.
Dia mencontohkan kejadian terlantarnya dua nenek lansia miskin di ibu kota Kalteng, Palangka Raya beberapa waktu lalu. Apalagi dia tahu, bantuan sosial tidak tersalur gara-gara persoalan administratif saja.
“Ada gubernur ada wali kota, kok ada lansia miskin ibarat hidup segan mati tak mau, begitu. Di mana peran kita. Dosa kalau membiarkan mereka terlunta. Kita sebagai pemimpin yang salah, saya yang salah,” ucapnya terbata karena haru seraya mewanti kepada bupati yang ada untuk responsif dan bersikap bijak kepada warga lansia miskin.
Sugianto yang dikenal tidak pilih-pilih terhadap lansia, juga ditunjukkan saat mengunjungi RSUD Puruk Cahu. Ada lansia tua yang terbaring lemah karena mengidap sakit paru-paru. Tak kenal canggung, seperti biasanya ia mendekati dan mencium tangan wanita tua ini sambil mendoakan segera sembuh.
Tak cukup begitu saja, dermawan ini kemudian mengeluarkan beberapa lembar dolar lalu diberikan agar ditukarkan sebagai bantuan berobat di nenek, karena waktu ia kebetulan tidak membawa rupiah.
“Saya harap bupati dan kepala RSUD tidak pilih-pilih terhadap pasien yang ditangani, layani mereka dengan baik karena mereka rakyat kita,” pesannya. (ROZIQIN/B-6)








