BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengambil sikap atas keinginan Uni Eropa memboikot produk sawit asal Indonesia dan keberatan dengan rencana yang kini dibahas parlemen Eropa itu.
"Perlakuan Uni Eropa terhadap produk sawit dari Indonesia tidak tepat. Ketika Pak Menteri bertemu dengan UE Trade Commissioner di Manila beberapa hari yang lalu juga disampaikan ke kita, farm oil Indonesia is like Airbus to Europe, please take care of the farmer," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Iman Pambagyo, kepada pers di Jakarta, Kamis (16/3/2017).
Sampai saat ini, menurut Iman, Uni Eropa belum memboikot produk sawit dan turunannya asal Indonesia. Prosesnya sampai saat ini masih dibahas di lingkup Parlemen Uni Eropa.
"Setahu saya belum diboikot, memang ada pembahasan di Parlemen tapi itu masih komite, belum mengikat jadi peraturan," papar dia.
Sebelumnya, Anggota Parlemen Eropa, Komite Lingkungan, Kesehatan Masyarakat dan Keamanan Pangan telah melakukan voting terhadap nasib sawit asal Indonesia, pada 9 Maret 2017.
Dari 57 suara, sebanyak 56 suara sepakat bila sawit menyebabkan deforestasi, degradasi habitat, masalah hak asasi manusia, standar sosial yang tidak patut dan masalah tenaga kerja anak. Sedangkan 1 suara tidak sepakat demikian.
Hasil voting ini memang masih akan diangkat pada sidang pleno tanggal 3 sampai 6 April 2017. Tetapi implikasi dari laporan itu adalah untuk menghentikan penggunaan minyak sawit dari program biodiesel Eropa pada 2020 dan diterapkan satu sistem sertifikasi minyak sawit Eropa. (NEDELYA RAMADHANI/m)








