BORNEONEWS, Pangkala Bun - Para bidan yang tergabung dalam Ikatan Bidan Indonesia (IBI) meminta Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar) menganggarkan kegiatan pendidikan kilat (diklat) untuk mereka.
Ketua Umum Pengurus IBI Kobar, Siti Zakiah mengatakan, pihaknya beberapa waktu lalu telah menyampaikan aspirasi itu kepada Komisi A DPRD Kobar. Ia mengatakan, usulan itu disampaikan karena selama ini para bidan kurang diperhatikan, baik insentifnya, maupun pendidikan.
“Kami sangat berharap agar pemerintah bisa memperhatikan hal tersebut. Karena pasti akan berpengaruh pada kinerja,” katanya, Kamis (16/3/2017).
Ia mengatakan, bidan merupakan profesi yang keahliannya senantiasa harus ditingkatkan. “Karena ini juga berpengaruh pada kenaikan pangkat. Bidan harus mengikuti jenjang karier untuk mendapatkan sertifikat khusus, sehingga bisa mengajukan kenaikan pangkat,” imbuhnya.
Selain meminta bantuan anggaran diklat, Ia meminta insentif bidan juga ditingkatkan. “Saat ini insentif bidan relatif sangat kecil Rp125 ribu dan selama ini sama rata untuk semua kualifikasi pendidikan. Yang membedakan adalah tempat kerja."
Ia menjelaskan, insentif bidan di dalam kota Rp125 ribu, dan yang ditugaskan di kecamatan terpencil lebih besar lagi. Di Kotawaringi Lama, misalnya, Rp250 ribu. “Yang paling jauh di Kecamatan Aruta menerima Rp 350 ribu,” ujarnya. (CECEP HERDI/B-10)








