BORNEONEWS, Palangka Raya - Anwar Sanusi Umar Gayo, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan, Kota Palangka Raya menyebut dalam setiap 100 kilo meter kawasan seharusnya memiliki setidaknya satu armada mobil pemadam.

"Harusnya setiap 100 km ada satu armada. Palangka Raya ini kan luas wilayahnya 2.400 kilo meter persegi dan jumlah penduduk mencapai 220 ribu jiwa. Artinya kita membutuhkan paling sedikit 24 unit armada," ungkap Anwar kepada Borneonews.co.id, Jumat (17/3/2017).

Sementara saat ini menurut Anwar, Dinas Damkar dan Penyelamatan, Kota Palangka Raya hanya memiliki kurang dari 10 armada. Jumlah yang tidak sebanding ini juga diperparah dengan perintah yang diberikan Pemerintah Kota (Pemko) untuk membantu pemadaman di perbatasan kota dengan kabupaten lain.

"Total armada kita yang saat ini kurang dari 10 unit. Ini sebenarnya menghambat kinerja Damkar. Apalagi kalau ada kebakaran di perbatasan dengan kabupaten lain misalnya Katingan dan Pulang Pisau ya kita juga yang turun," katanya.

Pihaknya bukannya mengeluh, hanya saja upaya pemadam kebakaran untuk memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat rasa-rasanya masih jauh baru bisa tercapai.

"Lebih-lebih dulu Damkar kan bergabung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sehingga ketika dipisah, personelnya juga dibagi. Jadi kami ini kekurangan armada, juga kekurangan personel," katanya. (TESTI PRISCILLA/B-6)