BORNEONEWS, Palangka Raya - Belum ini Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Palangka Raya menerima 5 armada hibah dari Jepang. Salah satu dari lima armada ini adalah ambulan yang bisa digunakan untuk mengevakuasi korban bencana, sementara 4 lainnya merupakan mobil pemadam kebakaran ukuran kecil yang bisa digunakan untuk mendatangi spot kebakaran pada area pemukiman sempit.
"Memang ada armada hibah dari Jepang, namun itu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan," ungkap Anwar Sanusi Umar Gayo Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan, Kota Palangka Raya, Jumat (17/3/2017) kepada Borneonews.co.id
Penambahan jumlah armada menurut Anwar perlu ditambah. Terlebih pihaknya juga diberikan perintah oleh Pemko untuk membantu pemadaman di perbatasan-perbatasan kota setempat dengan kabupaten lain.
Bahkan jika bisa, lanjut Anwar, penambahan armada tersebut juga harus diiringi dengan penambahan jumlah personel. Hal ini lantaran setelah dilakukan pemisahan antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan Dinas Damkar dan Penyelamatan, personel yang ada juga dibagi dua.
"Keinginan kami untuk membentuk pasukan elite damkar terhalang gara-gara kekurangan armada dan personel," katanya.
Karena menurut dia pasukan damkar yang profesional harus ditunjang oleh fasilitas yang lengkap dan mutakhir. Tanpa itu mustahil petugas damkar akan bisa bekerja maksimal. (TESTI PRISCILLA/B-6)








