BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah warga yang tinggal di sekitar Dermaga Habaring Hurung, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), resah dengan adanya dugaan prostitusi di sekitar wilayah tersebut.
Dugaan adanya prostitusi terlihat saat di dermaga disinggahi tugboat atau kapal kecil lainnya. Di mana pada saat itulah sejumlah perempuan berpakain seksi datang ke dermaga dan langsung masuk ke dalam kapal.
Selang beberapa jam, mereka akan keluar kembali dan langsung pulang. Baik itu dengan menggunakan motor sendiri maupun diantar temannya.
Pemandangan seperti itu bukan hal yang langka, namun hampir setiap ada kapal yang tambat, ada saja perempuan yang masuk ke dalamnya.
Menurut Iman, warga di sekitar dermaga itu, ia sering melihat perempuan seksi masuk ke dalam kapal yang tambat. Mereka biasanya datang di jam-jam tertentu. Di mana saat suasana dermaga tengah sepi.
"Biasanya jam 24.00 WIB, atau bisa juga pukul 22.00 WIB. Mereka biasanya datang berboncengan dengan sesama wanita, namun ada juga yang diantar pria," kata Iman, Jumat (17/3/2017).
Iman juga menjelaskan, perempuan tersebut tidak hanya datang berdua saja. Namun biasanya ada empat hingga lima orang. "Kalau umurnya ada yang tua, namun ada juga yang muda dan nampak seperti anak SMA," lanjut Iman.
Iman mencurigai para perempuan itu adalah PSK yang sedang beroperasi di daerah tersebut. Karena dari penampilan sudah terlihat seperti wanita pemuas nafsu lelaki hidung belang.
"Kalau keluarga ABK saya rasa tidak mungkin, karena kebanyakan dari mereka kan orang luar daerah atau bahkan luar negeri, masak punya istri atau anak di sini," kata Iman.
Di dermaga tersebut memang sering tambat kapal tugboat. Mereka memanfaatkan tempat itu untuk sekedar singgah mencari kebutuhan makanan atau mengisi bahan bakar.
Namun pada kesempatan itulah sering terlihat wanita seksi masuk ke dalam kapal. Belun diketahui persis apakah perempuan itu merupakan PSK atau hanya pelayan masak saja. Tetapi, mereka sering berbondong-bondong datang ketempat tersebut, dan langsung masuk ke dalam kapal.
Mereka keluar dari kapal juga bersamaan dan lamanya bisa mencapai dua jam hingga tiga jam. Mereka juga bukan warga sekitar, dan datang dari daerah luar.
Namun yang pasti harapan warga sekitar agar polisi memperhatikan hal tersebut, dan dapat mengetahui apa yang di lakukan para wanita tersebut. Sehingga maayarakat tidak lagi menduga-duga. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








