BORNEONEWS, Muara Teweh - Sebanyak 505 dari 1.663 peserta ujian nasional tingkat SMA/SMK/MA di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, masih menggunakan sistem lama. Mereka terpaksa masih memakai sistem based paper test (BPT) atau harus memakai pensil dan kertas, karena di sekolahnya belum tersedia sarana server dan komputer.
Ini menandakan kalau dunia pendidikan di Barito Utara belum mampu bersaing dengan daerah lain. Atau dengan kata lain masih jalan di tempat.
Untuk itu, kata anggota DPRD Barut Mustafa Joyo Muhtar, dinas pendidikan yang mempunyai peranan besar harus lebih proaktif lagi dalam mencarikan solusi agar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) bisa menjangkau sekolah yang ada di semua kabupaten. Bukan hanya di kota saja.
"Zaman sekarang semua sudah canggih dan kemampuan anak didik kita sudah semakin membaik dalam ilmu teknologi, baik komputer maupun laptop atau lewat telepon seluler," kata Mustafa.
Berdasarkan kondisi tersebut, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA di Kabupaten Barut, April mendatang akan dibagi menjadi dua kategori. Yakni sekolah yang melaksanakan UNBK dan non UNBK alias ujian memakai pensil dan kertas. (RAMADHANI/B-2)








