BORNEONEWS, Muara Teweh – Menghadapi ujian nasional tahun pelajaran 2016-2017 ini, di Kabupaten Barito Utara (Barut) sampai saat ini dipastikan ada empat sekolah yang tidak menggunakan sistem ujian nasional berbasis komputer (UNBK).
Keempat sekolah itu, yakni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Muara Teweh, SMAN 4 Muara Teweh, SMKN Gunung Purei, dan SMK Kecil Teweh Timur.
Hal tersebut karena kurangnya fasilitas yang mendukung untuk program UNBK, seperti kekurangan fasilitas komputer dan tidak adanya server yang mendukung. Khusus MAN, kendati tergolong salah satu sekolah favorit, fasilitas komputernya belum memadai.
“Tercatat tahun ini sebanyak 202 siswa MAN yang mengikuti UN. Tetapi sekolah kami belum bisa melaksanakan UNBK, karena kendala fasilitas. Sehingga UN 2017 ini masih menggunakan kertas ujian. Para siswa juga harus mempersiapkan alat tulis penunjang seperti pensil 2B, penghapus, penggaris, dan alas,” ujar Kepala MAN Hadi Royani, Sabtu (18/3/2017).
Sedangkan di SMKN Gunung Purei, Kecamatan Gunung Purei dan SMK Kecil Teweh Timur, sarana komputer tidak tersedia bagi para siswa. Listrik pun masih mengandalkan PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel) yang operasional beberapa jam saja. Tercatat sebanyak 41 siswa di dua sekolah tersebut mengikuti ujian dengan mengandalkan pensil dan kertas. (RAMADHANI/B-5)








