BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Direktur Pelaksana Institut Penelitian Inovasi Bumi (INOBU) Joko Arif mengatakan saat ini lembaga risetnya sedang konsen untuk mendampingi petani agar memperoleh sertifikasi pengelolaan sawit berkelanjutan.
Sehingga, kata dia, petani kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) ke depan juga bisa mengantongi sertifikasi RSPO, ISPO dan ISO. Sehingga, pengelolaan sawit mereka bisa efektif dan produktivitasnya tinggi.
"Saat ini, kami mendampingi petani kelapa sawit di Desa Pangkalan Tiga, Kecamatan Pangkalan Banteng. Target kami tahun ini, mereka sudah bisa mendapatkan sertifikasi RSPO dan ISPO," kata Joko kepada Borneonews di sela-sela kegiatan kunjungan ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sulung PT SSMS Tbk Group, Sabtu (18/3/2017).
Menurut Joko, jika nanti sertifikat tersebut didapatkan, kelompok tani di Desa Pangkalan Tiga menjadi petani sawit pertama di Pulau Kalimantan yang mendapatkan sertifikasi. "Saat ini tahapan-tahapan prosesnya kita terus ikuti," kata Joko.
Sedangkan untuk kunjungan ini, lanjut dia, pihaknya sengaja membawa Unilever sebagai pembeli minyak sawit terbesar di dunia, supaya mereka bisa melihat secara langsung proses pembuatan minyak sawit di lapangan. Baik pada tingkat petani maupun di perusahaan. (Alex Gunawan/B-5)








