BORNEONEWS, Palangka Raya - Perbedaan harga jual antara tanaman hidroponik dengan konvensional ternyata cukup tinggi. Menurut Rido, pembudidaya tanaman Hidroponik, khusus untuk tanaman jenis Pot Coy, bisa dijual seharga Rp2500 per batang. Sedangkan jika konvensional hanya Rp750.
“Ada petani yang datang dan bercerita tanaman Pot Coy harga jual tertinggi dalam satu pohon sebesar Rp750. Nah saya bisa menjual rata-rata Rp2.500 per batang," katanya.
Menurutnya, tidak ada tantangan yang serius dalam mengembangkan budidaya tersebut.
“Kalau serangan hama memang tidak bisa dihindari, pasti ada. Biasanya kalau malam turun hujan, paginya ada ulat. Namun disitu lebih rendah dibanding konvensional. Paling dalam seminggu sekali,” ungkapnya.
Dia menambahkan, budidaya Hidroponik lebih mudah ketimbang konvensional. Banyak tanaman yang bisa dibudidayakan, seperti cabai dan bawang.
Rido menceritakan, pemasaran hasil budidaya hidroponik awalnya masih harus menitipkan pada penjual sayur. Namun saat ini, sambil merawat tanaman pembeli sudah datang sendiri.
“Pada awalnya mungkin masih belum banyak mengenal sehingga masih kurang. Saya masih menitip ke tukang sayur. Tapi sekarang pembeli yang datang ke sini. Bahkan terkadang kekurangan stok," katanya.
Saat ini, sudah ada 110 pipa yang menjadi media tanam Hidroponik. Jenis tanaman juga bermacam-macam. Bisa sawi, sawi marokat dan lain-lain.
“Untuk sawi marokat, dijamin tidak pahit kalau ditanam melalui media hidroponik. Kalau konvensional pahit. Bahkan banyak orang datang ke sini mencoba memakan mentah. Bisa langsung dicoba,” jelas Rido sambil mempraktikan memakan tanaman Sawi Marokat. (BUDI YULIANTO/B-11)








