BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kawasan permukiman warga serta beberapa ruas jalan di Desa Tambak Bajai, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, dalam beberapa hari terakhir mulai digenangi air. Ketinggian air setiap hari terus bertambah, bahkan sudah menggenangi areal persawahan, dan pekarangan warga. Akibat banjir tahunan ini, warga berharap pemerintah merelokasi permukiman mereka.

Air pasang sungai ini diakibatkan oleh tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir, ditambah datangnya air kiriman dari bagian hulu Sungai Barito serta meningkatnya debit air pasang laut. Akibat banjir yang terjadi 2 kali dalam setahun ini, warga pun berharap dapat direlokasi ke daerah yang lebih aman.

"Kalau banjir seperti ini setiap tahun pasti kami alami dan rasakan. Kalau sudah begitu air tak akan surut bisa sampai 2 bulan. Ini terjadi bisa 2 kali dalam setahun. Karena itu, saya selaku kepala desa menyampaikan aspirasi masyarakat agar Pemkab Kapuas dapat merealisasikan keinginan warga, untuk dapat merelokasi desa kami ke tempat yang lebih aman atau tinggi," kata Kepala Desa Tambak Bajai, Guset kepada Palangka Post, Sabtu (18/3/2017).

Seperti yang sekarang terjadi lanjutnya, akibat naiknya debit air sungai tersebut, saat ini ketinggian air rata-rata sekitar 10-15 cm dan ini pasti akan terus naik hingga 10 hari ke depan. Saat ini saja debit air terus naik dan sudah merendam seluruh ruas jalan poros desa.

Oleh karena itu, Kades Tambak Bajai mengharapkan Pemkab Kapuas agar dapat memberikan solusi segera. Ia mengharapkan perhatian khusus dari Bupati Kapuas agar keinginan warga selama ini untuk dapat tinggal di tempat yang aman dan nyaman bebas dari banjir dapat terwujudkan.

"Kalau masih tinggal di tempat yang sekarang selalu hidup dalam kekhawatiran karena selalu was-was apabila musim hujan tiba, seperti sekarang," ungkap Guset.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, Panahatan Sinaga mengatakan, saat ini pihaknya lebih berkonsentrasi pada bencana banjir yang terjadi di daerah nonpasang surut. Terutama di lima Kecamatan.

"Memang kita sudah melakukan apel siaga karhutla, namun melihat cuaca hujan yang intensintas semakin tinggi dan mengakibatkan banjir, konsentrasi kami ke sana dan tim sudah diturunkan untuk melakukan pengecekan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kapuas Panahatan Sinaga, Senin(13/3/2017) di Stand Pameran Kapuas Expo 2017.

Dari hasil pengecekan di lapangan, banjir akibat air pasang, pihak BPBD Kapuas antara lain mengantisipsi Desa Moroi dan Desa Mangkutub, Kecamtan Mantagai Hulu. Di wilayah ini, terdapat pertemuan air pasang dan aliran sungai Kapuas, yang sewaktu-waktu membahayakan warga. Meski begitu, diakui Desa Tambak Bajai paling rawan banjir, setiap tahun.

"Kalau setiap tahun daerah yang paling rawan banjir, Desa Tambak Bajai, Kecamatan Dadahup. Di sini terdapat pertemuan aliran Sungai Barito dan air laut saat pasang, tetapi saat ini masih dalam batas normal dan aktivitas warga masih berlangsung," kata Panahatan Sinaga. (SRI HAYATI/PPOST/N).