BORNEONEWS, Palangka Raya – Jumlah dan luasan perkebunan rakyat kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tak seberapa dibanding luasan perkebunan besar swasta (PBS). Jumlah kepemilikan perkebunan rakyat hanya 193,4 ribu hektare (ha)n tersebar diempat kabupaten.
Sedangkan luasan yang dimiliki perkebunan besar mencapai 1,25 juta ha dengan total kepemilikian konsesi 98 unit PBS. Dari 98 PBS itu menurut catatan Dinas Perkebunan (Disbun) Kalteng hanya 16 unit saja.
"Perkebunan rakyat di DAS Barito adalah 193.419,31 ha, sedangkan untuk perkebunan besar swasta 1.250.2018 ha," terang Kepala Disbun Kalteng, Rawing Rambang kepada Borneonews.co.id, Minggu (19/3/2017).
Perkebunan itu tidak lepas dari permasalahan. Rawing memebeberkan masalah perkebunan di wilayah DAS Barito yaitu Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Barito Timur, dan Barito Selatan pada 2016 antara lain gangguan usaha dan konflik perkebunan yang terdiri dari tiga tipologi, yaitu konflik lahan, perizinan, dan konflik non lahan. (ROZIQIN/B-6)
Sedangkan luasan yang dimiliki perkebunan besar mencapai 1,25 juta ha dengan total kepemilikian konsesi 98 unit PBS. Dari 98 PBS itu menurut catatan Dinas Perkebunan (Disbun) Kalteng hanya 16 unit saja.
"Perkebunan rakyat di DAS Barito adalah 193.419,31 ha, sedangkan untuk perkebunan besar swasta 1.250.2018 ha," terang Kepala Disbun Kalteng, Rawing Rambang kepada Borneonews.co.id, Minggu (19/3/2017).
Perkebunan itu tidak lepas dari permasalahan. Rawing memebeberkan masalah perkebunan di wilayah DAS Barito yaitu Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Barito Timur, dan Barito Selatan pada 2016 antara lain gangguan usaha dan konflik perkebunan yang terdiri dari tiga tipologi, yaitu konflik lahan, perizinan, dan konflik non lahan. (ROZIQIN/B-6)








