BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Salah satu jembatan kayu di Desa Sukajaya Kecamatan Pangkalan Banteng Kabupaten Kotwaringin Barat (Kobar) ambruk. Ambruknya jembatan itu karena material kayu sudah lapuk dan tak kuat menahan beban berat. "Waktu dilewati truk, jembatannya roboh. Kayunya sudah lapuk. Padahal truk kosong tidak bermuatan," kata Suroto warga desa setempat, Senin (20/3/2017).

Akibatnya, jembatan yang menghubungkan Desa Sukajaya, Riam Durian, dan Dawak itu kini tak bisa dilalui kendaraan roda empat lagi. Hanya roda dua saja yang bisa melewati jembatan kayu yang dibangun puluhan tahun silam itu.

Pengendata bermotor juga harus ekstra hati-hati. Kondisi jembatan yang sudah tidak layak itu sewaku-waktu bisa ambrol total. "Kami sudah mengecek sebelum jembatan tersebut ambrol kemarin, kita juga sudah usulkan ke Dinas PUPT untuk segera menangani jembatan tersebut," kata Anggota Komisi C DPRD Kobar, Bambang Suherman di ruang kerjanya.

DPRD, kata dia, sudah memonitoring ke lokasi. Namun saat di cek ke Dinas PU, anggaran peningkatan jembatan tersebut baru dilakukan 2018. "Kami mendorong agar PU segera menanganinya, katanya mereka siap dan akan memperbaiki jembatan tersebut menggunakan anggaran perawatan," kata Bambang.

Jembatan sepajang 12 meter dan lebar 3 meter itu merupakan akses satu-satunya jalan poros penghubung antardesa. Akibat abrolnya jembatan tersebut, beberapa aktivitas warga terganggu. (CECEP HERDI/B-2)