BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Para kepala sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kotawaringin Barat harus memutar otak untuk menggaji guru honorer. Maklum, dana bantuan operasional sekolah (BOS) tersendat sejak triwulan empat 2016 lalu. Bahkan, pada tahun ini dana BOS juga belum cair.
Kepala SDN 2 Pangkalan Banteng, Kunti, mengatakan, dalam Juknis dana BOS triwulan pertama 2017 cair Maret. "Saya sudah ke kantor Pos, belum ada pencairan," katanya, Senin (20/3/2017).
Ia pun membeberkan, pada triwulan empat dana BOS yang pihaknya terima tidak penuh. "Harusnya menerima Rp15 juta, tapi baru dibayarkan Rp12 juta," bebernya.
Kondisi tersebut memaksa kepala sekolah memutar otak untuk memenuhi gaji guru honorer. "Kami membuat kebijakan, mencari bagaimana caranya guru-guru honorer di sekolah kami gajinya tidak telat," terang dia.
Pencairan dana BOS yang tersendat juga dialami SD di Kecamatan Kumai. "Triwulan empat 2017 kami hanya terima Rp14 juta, padahal seharusnya Rp31 juta. Kami tidak tahu kenapa hanya sebagian saja yang kami terima," tutur Kepala SDN 1 Sungai Tendang Mansyur, saat menggelar pertemuan dengan para orangtua murid, beberapa waktu lalu.
Padahal, di sekolah tersebut hanya memiliki empat guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS), termasuk dirinya. Sedangkan selebihnya merupakan guru honor. "Kami harus memikirkan nasib lima guru honor. Bahkan, untuk tahun ini pun juga belum turun," paparnya yang sengaja mengundang para orang tua murid untuk membahas persiapan ujian nasional.
Ia berharap, dana BOS segera turun agar tidak menghambat proses belajar mengajar. (CECEP HERDI/B-2)








