BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kabar gembira bagi pihak sekolah yang menanti pencairan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Kabid Pembinaan SD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Katono menjelaskan, BOS saat ini masih tahap proses pencairan. "Jadwalnya awal Maret, sekarang sedang tahap administrasi," kata dia, Senin (20/3/2017).

Menurutnya, besaran dana BOS untuk SD Rp800.000 per siswa per tahun. Dana tersebut masuk ke rekening bendahara masing-masing sekolah. Namun, penggunaan dana BOS harus sesuai dengan Juknis yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan. "Dalam penggunaannya pun tetap dalam pengawasan yang dilakukan oleh Tim BOS yang selalu monitoring ke sekolah-sekolah," jelasnya.

Sementara menurut Sekretaris Dikbud Kobar Agus Basrawiyanta mengakui, dana BOS untuk tingkat SD belum cair. Namun ia enggan menyebut apa penyebab terganjalnya pencairan dana BOS untuk seluruh sekolah dasar tersebut. "Setahu saya belum ada pencairan, saya masih di luar kota. Tanyakan langsung saja pada bagiannya di kantor. Saya belum dapat informasi terbaru," jawabnya melalui sambungan telepon.

Sementara itu, beberapa guru honor sudah mengeluhkan pembayaran gajinya yang ditunggak oleh pihak sekolah. Sekolah masih menunggu pencairan dana BOS untuk menggaji mereka. "Dari Januari belum digaji, katanya nunggu dana BOS cair," ungkap salah seorang guru SD yang masih berstatus honorer di Pangkalan Bun.

Ia berharap pemkab menyalurkan BOS tepat waktu. "Katanya awal Maret, tapi mana? Akhir tahun kemarin saja pembayaran BOS baru setengahnya. Mudah-mudahan bukan terkendala kasus korupsi," sebutnya dengan nada kecewa. (CECEP HERDI/B-2)