BORNEONEWS, Sampit - Dermaga feri penyeberangan di Desa Sei Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ternyata dibangun secara swadaya oleh masyarakat.

"Pembangunan dermaga tersebut kami lakukan secara swadaya. Hal itu dilakukan agar aktivitas penyeberangan ke Kecamatan Pulau Hanaut bisa lancar dan nyaman," ujar Mulyadi, warga di sana, Senin (20/3/2017).

Apa yang dilakukan warga tersebut bukan tanpa sebab. Di mana mereka selama ini sangat kesulitan untuk menyeberang membawa kendaraannya. Karena harus lewat dermaga yang berada di Pasar Samuda. Sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke Kecamatan Pulau Hanaut. Selain itu, biaya juga cukup tinggi.

Namun, dengan adanya dermaga dan kapal feri saat ini, membuat mereka terbantukan. Perjalanan mereka bisa diminimalisasi dan tidak membutuhkan waktu lama.

"Kalau dulu kami harus menyediakan uang sekitar Rp30 ribu. Namun sekarang hanya Rp15 ribu saja sudah bisa membawa motor ke rumah," lanjut Mulyadin.

Keberadaan dermaga dan angkutan penyeberangan ini dianggap akan semakin meningkatkan mobilitas warga di Kecamatan Seranau atau sebaliknya. Karena selama ini mereka sangat kesulitan untuk melakukan penyebrangan. "Ia kalau punya kelotok enak saja. Kapan pun bisa nyeberang. Namun kalau tidak punya, kita harus numpang taksi kelotok yang biayanya cukup mahal," kata Mulyadin.

Kecamatan Pulau Hanaut merupakan salah satu kecamatan yang belum dapat diakses melalui jalan darat dari Kota Sampit. Transportasi sungai masih menjadi satu-satunya akses menuju sejumlah desa di kecamatan yang berbatasan dengan Laut Jawa dan Kabupaten Katingan tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)