BORNEONEWS, Sampit - Kebakaran hutan yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) beberapa waktu lalu, sangat berdampak terhadap keberlangsungan hidup satwa dilindungi. 

Terkait itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit, bersama Manggala Agni Regu III, klian gencar melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat yang bermukim di lokasi rawan kebakaran hutan atau lahan untuk tidak melakukan perburuan satwa dilindungi.

“Pemasangan plang berisikan larangan untuk tidak melakukan perburuan atau pemeliharaan terhadap satwa dilindungi kami lakukan. Seperti di beberapa titik Jalan Jenderal Sudirman, Desa Kandan Kecamatan Kota Besi, dan beberapa lokasi lainnya yang banyak ditinggali satwa langka,” kata Komandan BKSDA Sampit Muriansyah, Senin (20/3/2017).

Muriansyah menerangkan, pengaruh kebakaran hutan terhadap keberlangsungan hidup satwa sangat besar. Sebab, terjadinya karhutla kerap kali membuat satwa liar masuk ke perkebuhan dan permukiman warga. Hal tersebut menimbulkan konflik antara warga dan satwa. 

“Kami tidak ingin ada warga yang melukai atau bahkan membunuh satwa dilindungi,” kata Muriansyah.

Muriansyah mengingatkan agar warga yang melihat atau menemukan satwa liar seperti orangutan, owa-owa, trenggiling, kukang, beruang, bekantan, dan beberapa satwa dilindungi lainnya untuk segera melapor ke pihak berwajib, seperti BKSDA. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)