BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Saat ini tak banyak orang yang tahu bahwa santan juga bisa dihasilkan dari minyak sawit, bukan hanya dari kelapa biasa. Keuntungannya, selain lebih murah juga lebih sehat.

“Santan sawit diketahui bebas kolesterol, rendah lemak, kaya vitamin A dan E, dan sekitar 50% lebih murah harganya ketimbang santan kelapa," kata Menteri Perusahaan, Perladangan dan Komoditi Malaysia, Datuk Seri Mah Siew Keong, beberapa waktu lalu.

Menurut Mah, santan sawit selain ramah di kantong juga memiliki daya tahan yang lebih lama. Jika santan kelapa bisa disimpan hingga lima hari di suhu ruang, santan sawit mampu bertahan hingga sebulan setelah kemasan dibuka, sehingga hemat biaya untuk rumah tangga. Bahkan bila belum dibuka kemasannya, daya tahannya bertambah menjadi sekitar lima bulan.

Keuntungan lainnya adalah pemakaian yang lebih sedikit untuk santan sawit. Jika untuk masakan biasanya butuh satu kemasan untuk santan kelapa, santan sawit hanya memerlukan separuhnya.

Di Indonesia memang jarang ditemukan santan sawit. Padahal di Malaysia, santan sawit dikembangkan oleh MPOB pada 2008 dan dipasarkan oleh Premium Food Corporation Sdn Bhd (PFC) sejak 2010 dengan merek Khalis Santan Sawit.

Mah, seperti dikutip The Star, mengatakan kecilnya penetrasi santan sawit di pasar lebih karena dipengaruhi oleh keraguan para konsumen, terutama ibu rumah tangga.

Di negeri jiran itu, konsumsi santan sawit hanya tercatat sebesar 1%, sehingga cukup terbuka peluang dari sisi bisnis jika pemerintah, terutama produsen sawit terbesar dunia, yakni Indonesia dan Malaysia, melakukan pemahaman yang intens kepada masyarakat mengenai keuntungan dari santan sawit. (NEDELYA RAMADHANI/m)