BORNEONEWS, Sampit - Warga Jalan Sekar Harum Kecamatan Mentawa Baru Ketapang mengharapkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), agar melakukan pengerukan dan pembersihan di Sungai Pemuatan sekitar tempat tinggal mereka tersebut.
Sebab, saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi, air dari Sungai Pemuatan meluap dan meluber ke permukiman warga.
"Sungai Pemuatan ini menampung air banyak dari arah atas. Kalau sungainya banyak rumput begini bagaimana mau mengalir. Sedangkan kami hanya mampu membersihkan seadanya,” ujar Mathadi, warga Sekar Harum, Selasa (21/3/2017).
Menurutnya, salah satu penyebab banjir yang terjadi di Jalan Sekar Harum tersebut, disebabkan Sungai Pemuatan dengan panjang sekitar dua kilometer tersumbat akibat jarang dibersihkan. Sedangkan air yang mengalir melalui saluran tersebut banyak.
“Kami ingin ada bantuan pemerintah untuk melakukan pengerukan sungai ini. Kalau kami yang bersihkan cuma dengan alat seadanya, ya kurang,” ucap Mathadi.
Ditambahkannya, Jika sungai pemuatan tersebut dinormalisasi kemungkinan warga Sekar Harum tidak lagi kebanjiran. Sungai yang seharusnya dengan lebar lime meter tersebut cukup untuk menampung air yang banyak, (NOOR ANNISA/B-11)








