BORNEONEWS, Sampit - Dua pelaku penjambretan terhadap Marni, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah yang juga isteri Ketua DPRD Kotim Jhon Krisli berperawakan kurus, tinggi. Keduanya saat beraksi menggunakan motor bebek. Namun sayang wajah pelaku tidak terlihat jelas lantaran menggunakan helm, terlebih lokasi kejadian dalam kondisi gelap.

“Kalau kata ibu pelakunya agak kurus, tinggi, dua orang langsung menghampiri beliau mengambil dompet yang digantung di depan motor ibu,” kata Delik, ajudan Ketua DPRD Kotim, Selasa (21/3/2017).

Delik mengatakan, kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Ketapang, bahkan Marni sudah dimintai keterangannya. Bahkan menurut Delik, korban berharap pelaku bisa secepatnya ditangkap.

Politisi PDI Perjuangan itu dijambret Senin (20/3/2017) malam di Jalan Soeprapto Sampit, tepatnya di depan kantor PDI Perjuangan. Saat itu Marni menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat nopol KH 4424 FS merah. Ia baru pulang dari pasar dadakan di depan Eks Plaza Sampit, Jalan MT Haryono.

Korban membonceng anaknya itu berencana ingin pulang ke rumah jabatan Ketua DPRD Kotim di Jalan Ahmad Yani Sampit. Namun saat melintas di Jalan Soeprapto, ketika itu ada sebuah sepeda motor memepet motornya dan menarik dompetnya.

Akibatnya sejumlah uang, surat-surat, ATM yang ada dalam dompet korban harus direlakan dibawa kabur pelaku. Beruntung korban tidak mengalami luka-luka. (NACO/B-11)