BORNEONEWS, Buntok - Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu Kaharingan merupakan salah satu momen untuk intropeksi diri, mengevaluasi dan membersihkan jiwa.
“Hari Raya Nyepi merupakan sarana intropeksi diri untuk membersihkan jiwa dari segala bentuk perilaku yang tidak baik. Baik itu perbuatan maupun perkataan selama satu tahun,” kata Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Barsel, I Wayan Sudia saat Safari Nyepi di Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan kepada Borneonews.co.id, Selasa (21/3/2017).
Dia mengatakan hal itu untuk membangunan masyarakat dan manusia seutuhnya untuk mencapai kesejahteraan lahir bathin, jasmani dan rohani. Dengan kebersamaan, keharmonisan, kedamaian dan kesejahteraan maka akan terwujud pembangunan yang merata.
Menurutnya hikmah dari perayaan Dharma Santi Hari Raya Nyepi agar lebih memantapkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan sebagai perwujudtan rasa kebersamaan.
“Terlebih penting kita selalu menanamkan rasa persatuan dan kesatuan sebagai perwujudtan dari Tri kerukuanan umat beragama serta selalu dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat,” ucapnya. (URIUTU DJAPER/B-6)








