BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi industri sawit, alat transportasi juga ikut berperan.
Salah satunya adalah Fastrex CT 02, yaitu alat pengangkut kelapa sawit mini yang dikembangkan oleh Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian IPB.
Dengan roda yang mengadopsi teknologi mirip tank, maka Fastrex CT 02 sangat cocok sebagai transporter buah sawit dan komoditi lainnya di lahan gambut, bergelombang, dan sulit dilalui kendaraan berat. Keunggulan lainnya adalah bobotnya yang ringan dan mudah dioperasikan.
Seperti disebutkan dalam laman resmi PT Bogor Life Science and Technology, selaku produsen Fastrex, alat angkut ini memiliki performa mumpuni untuk digunakan di kawasan hutan dan perkebunan.
Untuk perkebunan sawit, Fastrex CT 02 dirancang sebagai sarana transportasi untuk mengangkut tandan buah segar sawit dari area perkebunan menuju tempat penampungan sementara sebelum dibawa ke pabrik pengolahan.
Disebutkan juga bahwa alat yang dibanderol seharga Rp139 jutaan ini juga dibuat sebagai pengganti alat angkut manual di perkebunan sawit yang lebih dikenal sebagai “angkong”.
Dari sisi kapasitas angkut, Fastrex CT 02 memiliki kemampuan lima kali lebih besar ketimbang 5 angkong, yaitu sekitar 650 kg tandan buah segar sawit. Dengan kemampuan angkut sebesar itu, tentu Fastrex dapat meningkatkan produktivitas.
Belum lagi konsumsi bahan bakarnya yang sangat irit, yakni 5-7 L per 15 hektare lahan. (NEDELYA RAMADHANI/m)








