BORNEONEWS, Palangka Raya - Maraknya toko modern atau yang sering disebut mini market di Kota Palangka Raya menimbulkan kegelisahan banyak pihak, terutama pedagang kecil. Ruangan yang adem, kasir yang siap sedia dan harga yang bersaing membuat orang lebih memilih berbelanja di toko modern dari pada di warung.

Meski demikian, Nenie A Lambung, Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya menyebut itulah yang dinamakan persaingan. Sebagai sesama pengusaha, baik usaha kecil maupun besar, Nenie berpendapat selalu ada persaingan dan mental bersaing harus dimiliki semua pelaku usaha.

"Ini namanya persaingan. Kita tidak bisa menolak berdirinya toko modern, justru dengan adanya toko modern kita harapkan masyarakat lokal kita bisa maju dan berinovasi, terutama dalam hal persaingan harga. Masyarakat tentu mencari yang harganya lebih murah, inilah persaingan," tutur politisi PDIP ini.

Dikatakannya, toko modern atau retail ini tentu tidak akan sembarangan membuka cabang melainkan lebih dulu melihat kondisi daerah yang dituju.

"Kalau sampai toko modern dibuka di tempat kita artinya daerah kita sudah dianggap maju atau setidaknya berkembang. Kalau sudah maju jangan kita paksakan mundur lagi tapi kita lah yang harus berusaha mengejar ketertinggalan kita ikut melangkah maju," tegasnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)