BORNEONEWS, Palangka Raya - Riban Satia, Wali Kota Palangka Raya mengakui kelemahan dalam kepemimpinannya terkait pengelolaan dan pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).
Pada TPA di Jalan Tjilik Riwut Km 14 Palangka Raya memang sudah ada, namun pengolahan sampahnya sendiri yang berfungsi dengan maksimal.
"Kita memiliki fasilitas alat dan itu masih layak digunakan secara optimal. Tapi karena alatnya sudah agak lama, kemampuan kerjanya berkisar 60-70 persen layak digunakan. Memang untuk pengolahan sampah di TPA ini belum dilakukan dengan baik," ungkap Riban saat meninjau TPA, Rabu (22/3/2017).
Padahal lanjut wali kota dua periode ini yang sangat perlu dioptimalkan di TPA adalah menggeser tumpukan sampah yang terus menggunung setiap hari.
"Dalam satu hari volume sampah kita mencapai 836 meter kubik. Sementara kita belum memiliki armada sejenis bulldozer untuk mengeruk dengan cepat tumpukan sampah ini," tambahnya. Dikatakan volume tertinggi sampah berdatangan dari kawasan pasar tradisional. (TESTI PRISCILLA/B-6)








